Dari : Situs Alfi

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 13 Mei 2014

MAKALAH KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

MAKALAH
KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI 



Dosen pembimbing : 

MIMING ISMAIL, MA 





Disusun Oleh : Husni imani 


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) AL AQIDAH AL HASYIMIYYAH
JAKARTA 2014-2015 




Prakata 

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang sudah memberi taufik, hidayah, serta inayahnya kepada kita, sehingga kita semua senantiasa masih bisa beraktivitas sebagaimana seperti biasanya termasuk juga dengan penulis, hingga penulis bisa menyelesaikan tugas pembuatan makalah komunikasi antar pribadi dengan judul “etika dalam komunikasi antar pribadi” Terimakasih kami ucapkan atas dukungan dan dorongan kepada bapak / ibu dosen pembimbing, beserta teman-teman yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku hingga menjadi sebuah karya ilmiah yang baik dan benar. Penulis juga menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang selalu membangun dari teman-teman sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk para pembaca serta memperluas wawasan mengenai dongeng serta seluk beluknya.Dan tidak lupa pula penulis mohon maaf atas kekurangan di sana sini dari makalah yang penulis buat ini.


Jakarta, 08 mei 2014
Husni imani 




Bab I 
PENDAHULUAN 

Dalam kenyataanya, manusia tidak akan pernah bisa terlepas dari komunikasi. Mulai dari ketika kita bangun tidur sampai kemudian tertidur kembali, komunikasi selalu menjadi kegiatan utama kita entah itu komunikasi verbal atau non verbal, entah itu komunikasi antar pribadi atau komunikasi organisasi. Hal seperti ini memang telah menjadi kodrat kita sebagai seorang manusia yang memang tidak dapat hidup sendiri. Kita adalah manusia social yang selalu membutuhkan orang lain disekitar kita, walaupun hanya untuk sekedar melakukan obrolan hal yang penting sampai hal yang tidak penting karena manusia adalah makhluk sosial dan dari dalam interaksi itulah manusia lambat laun menciptakan nilai-nilai bersama yang kemudian disebut sebagai kebudayaan. Dalam nilai-nilai yang terbentuk tersebut terdapat beberapa kaidah yang bertujuan mengatur tata cara kita berkomunikasi antar sesama tanpa menyakiti hati dan menjunjung tinggi etika sebagai sebuah tanda penghargaan pada lawan bicara kita. Namun terkadang pemakaian sesuatu yang kita anggap sebuah etika dapat berakibat pada sesuatu yang tidak menyenangkan dan menimbulkan kesalahpahaman antar sesama. Mengapa hal itu bisa terjadi? Padahal tujuan kita menggunakan etika adalah untuk mencoba menghargai khalayak. Pemakaian etika dalam konteks komunikasi antar pribadi memiliki paradoks tersendiri. Di lain pihak, hal ini dapat menjadi hal yang positif namun terkadang sesuatu yang negatif dan cenderung merusak dan memperburuk keadaan juga dapat terjadi. Berbagai hal dinilai bertanggung jawab atas hal ini. Dari mulai cara kita berkomunikasi antar sesama sampai pada saat kita menggunakan etika dalam berinteraksi. Menyandang predikat sebagai mahkluk sosial, manusia selalu terlibat dan berinteraksi dengan orang lain baik secara kelompok maupun secara personal. Dalam keterlibatannya dalam interaksi antar pribadi, manusia melakukan pertukaran pesan melalui berbagai macam simbol yang disepakati bersama dimana penggunaan pancaindra yang dimiliki dapat secara maksimal dan saling memberikan umpan balik.



Bab II
PEMBAHASAN


A. PENGERTIAN ETIKA

       Etika dalam komunikasi antar pribadi Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Etika dapat dijelaskan dengan membedakan 3 arti, sebagai berikut :
1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak serta kewajiban moral
2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak
3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan masyarakat. Sedangkan Etika dalam bahasa Yunani Kuno adalah Ethos yaitu kebiasaan, watak, perasaan, sikap dan cara berpikir.

Ada 2 jenis etika jika dikaitkan dengan nilai-nilai dan norma-norma yakni :
 • Etika Deskriptif Etika Deskriptif berbicara mengenai fakta apa adanya, yaitu mengenai nilai dan pola perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit yang membudaya. Ia berbicara mengenai kenyataan penghayatan nilai, tanpa menilai, dalam suatu masyarakat, tentang sikap orang dalam menghadapi hidup ini, dan tentang kondisi-kondisi yang memungkinkan manusia bertindak secara etis. 

• Etika Normatif Etika Normatif berbicara mengenai norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia,serta memberi penilaian dan himbauan kepada manusia untuk bertindak sebagaimana seharusnya berdasarkan norma-norma. Ia menghimbau manusia untuk bertindak yang baik dan menghindari yang jelek. Aristoteles dalam Bertens (2001) teorinya yang dikenal tentang moral dan etika, digunakan istilah “ethe” yang pengertiannya adalah mengenai baik-buruknya suatu sifat yang dalam bahasa latin kata “ethikos” diterjemahkan menjadi “mores” yang berarti kebiasaan. Istilah itu kemudian berubah, karena selain kata “ethos” yang berarti kualitas suatu sifat, digunakan juga istilah etos yang berarti suatu cara berpikir dan merasakan, suatu cara bertindak dan bertingkah laku yang member cirri khas kepemilikan seseorang terhadap kelompok dan sekaligus merupakan tugas. Istilah yang kedua ini sesuai dengan terjemahannya dalam bahasa latin disebut juga sebagai “moralis” atau adat, kebiasaan. Istilah “moralis” ini kemudian menjadi teknis yang tidak lagi berarti kebiasaan tetapi mengandung makna moral. Sekarang moral selalu dikaitkan dengan kewajiban khusus, dihubungkan dengan norma sebagai cara bertindak yang berupa tuntutan yang relatif dan mutlak. Jadi, moral merupakan wacana normatif dalam kajian buruk dan baiknya suatu etika. Etika berbeda dengan Etiket Kata yang sering dianggap serupa maknanya dengan kata etika (ethics) adalah kata etiket (etiquette). Mungkin karena intonasinya yang serupa kemudian keduanya dengan mudahnya dicampuradukan, padahal keduanya memiliki makna yang berbeda. Etika di sini dipahami sebagai moral, sedangkan etiket hanya berkaitan dengan sopan santun. Perbedaan diantara keduanya dapat digambarkan sebagai berikut :

Perbedaan Etika dan Etiket menurut Bertens (Bertens, 2001) No. Etiket Etika

1 Menyangkut nilai sopan santun sesuatu yang diperlihatkan yang mengandung nilai pada seorang individu di mata individu lainnya misalnya menyalami orang yang lebih tua. Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu tindakan, namun etika mencakup pemberian norma terhadap perbuatan itu sendiri yang berlaku mutlak

2 Etiket hanya berlaku di pergaulan. Artinya jika tidak dilihat oleh orang lain berarti tidak berlaku Etika berlaku tidak tergantung pada pergaulan dan ada atau tidaknya orag lain karena cakupannya lebih luas

3 Etiket bersifat relatif. Contohnya bersendawa ketika makan, sebagian membolehkan sementara sebagian lagi menganggap tidak beretiket Etika bersifat jauh lebih absolut dibanding etiket. Contohnya ”larangan membunuh” yang berlaku absolut

4 Etiket hanya memandang manusia dari sisi lahiriah semata Etika menyangkut sisi lahir maupun batin manusia. Secara umum, Etika adalah berarti moral yang menyangkut nilai kehidupan manusia sedangkan Etiket adalah apa yang terlihat di luar. Dalam tata pergaulan etiket adalah sopan santun. Namun, persamaannya terletak pada objek kajiannya yakni manusia. Banyak orang beranggapan bahwa dalam sebuah pembicaraan, kita harus menggunakan etika untuk menghargai dan menghormati lawan bicara. Ada sebuah teori yang mendefinisikan etika sebagai, “sebuah cabang ilmu filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma, moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya”.


Dalam teori ini, Etika memiliki 3 tujuan, yaitu:

• Membantu manusia untuk bertindak secara bebas dan dapat dipertanggung jawabkan
• Membantu manusia mengambil sikap dan tindakan secara tepat dalam hidup ini
• Tujuan akhir untuk menciptakan kebahagiaan. Terlepas setuju atau tidaknya kita dengan teori diatas, namun ada hal yang bisa kita sepakati bahwa etika berhubungan dengan moral,”sistem tentang bagaimana kita harus hidup secara baik sebagai manusia.” ETIKA DALAM KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI Persoalan etika yang potensial selalu melekat dalam setiap bentuk komunikasi antar pribadi sehingga komunikasi dapat dinilai dalam dimensi benar-salah, melibatkan pengaruh yang berarti terhadap manusia lain, sehingga komunikator secara sadar memilih tujuan-tujuan tertentu yang ingin dicapai dan cara-cara komunikasi guna mencapai tujuan tersebut. Apakah seorang komunikator bertujuan menyampaikan informasi, meningkatkan pemahaman seseorang, memudahkan keputusan yang bebas pada orang lain, menawarkan nilai-nilai yang penting, memperlihatkan eksistensi dan relevansi suatu persoalan sosial, memberikan sebuah jawaban atau program aksi atau memicu pertikaian—persoalan etika yang potensial terpadu dalam upaya-upaya simbolik sang komunikator.

Demikianlah keadaannya pada sebagian besar komunikasi pribadi, baik komunikasi antara 2 orang, dalam kelompok kecil, dalam retorika gerakan sosial maupun dalam hubungan masyarakat. Bahkan muncul ungkapan bahwa manusia adalah satu-satunya hewan” yang secara harfiah dapat disebut memiliki nilai”. Lebih khusus lagi, barangkali esensi tertinggi manusia adalah homo ethicus, manusia adalah pembuat penilaian etika.
Tetapi muncul pertanyaan, mengapa mempersoalkan etika dalam komunikasi antar pribadi? Jelas, dengan menghindari pembicaraan mengenai etika dalam komunikasi, orang akan bersandar pada berbagai macam pembenaran:
(1) setiap orang tahu bahwa teknik komunikasi tertentu adalah tidak etis jadi tidak perlu dibahas;
(2) karena yang penting dalam komunikasi hanyalah masalah kesuksesan maka masalah etika tidak relevan; (3) penilaian etika hanyalah masalah penilaian individu secara pribadi sehingga tak ada jawaban pasti;
(4) menilai etika orang lain itu menunjukkan keangkuhan atau bahkan tidak sopan.

Secara potensial timbul ketegangan antara ” kenyataan” dan “keharusan”, antara yang aktual dan yang ideal. Mungkin terdapat ketegangan antara apa yang dilakukan setiap orang dengan apa yang menurut kita harus dilakukan oleh orang tersebut. Mungkin terdapat konflik antara komunikasi yang kita pandang berhasil dan penilaian teknik tersebut tidak boleh digunakan karena cacat menurut etika. Kita mungkin terlalu menekankan pemahaman tentang sifat dan efektivitas teknik, proses dan metode komunikasi dengan mengorbankan perhatian pada masalah etika tentang penggunaan teknik-teknik seperti itu. Kita harus menguji bukan hanya bagaimana, melainkan juga apakah kita secara etis harus , memakai berbagai macam metode dan pendekatan. Masalah “apakah”, jelas bukan hanya penyesuaian khalayak, melainkan maslah etika. Kita boleh merasa bahwa tujuan-tujuan etika itu tidak dapat dicapai secara nyata sehingga tidak banyak manfaatnya. Bagaimana para peserta dalam sebuah transaksi komunikasi pribadi menilai etika dari komunikasi itu, atau bagaimana para pengamat luar menilai etikanya, akan berbeda-beda tergantung pada standar etika yang mereka gunakan. Sebagian diantara bahkan mungkin akan memilih untuk tidak mempertimbangkan etika. Namun demikian, masalah etika yang potensial tetap ada meskipun tidak terpecahkan atau tidak terjawab. Apakah seorang komunikator menginginkan penilaian etika atau tidak?

Komunikan umumnya akan menilai, secara resmi ataupun tidak resmi, upaya komunikator berdasarkan standar etika yang relevan menurut mereka. Jika bukan karena alasan lain, selain alasan pragmatik, yakni untuk kesempatan meningkatkan kesuksesan , komunikator perlu mempertimbangkan kriteria etis para khalayaknya.





KESIMPULAN 

Pemahaman yang berbeda mengenai nilai-nilai etika yang ada membuat setiap orang dapat memiliki penilaian yang berbeda terhadap setia etika komunikasi. Dalam komunikasi antar pribadi penggunaan etika haruslah berhati-hati karena bukanlah tidak mungkin bahwa pemahaman etika kita berbeda dengan komunikan. Kurangnya pemahaman antar sesama dapat memunculkan miss communication yang akan berujung pada timbulnya berbagai macam prasangka dan salah paham. Dalam berbagai macam perbedaan tersebut, kita harus mampu beradaptasi dengan cepat. Nilai-nilai yang membentuk etika harus kita pahami dengan benar karena sebenarnya tidak ada komunikasi yang tidak menggunakan nilai-nilai etika di dalamnya, setiap bentuk komunikasi selalu menggunakan etika walaupun dalam kadarnya masing-masing sesuai dengan konteks, tujuan dan situasi yang ada.






Referensi : 
http://mila-nuraini.blogspot.com/2012/04/etika-dalam-komunikasi-antar-pribadi.html http://borneo-com.blogspot.com/2012/05/etika-komunikasi-antar-pribadi.html

MAKALAH POLITIK PENCITRAAN

MAKALAH
POLITIK PENCITRAAN 


Dosen pembimbing : 
AIDAH MAKBULLAH 







Disusun Oleh : HUSNI IMANI 


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) 
AL AQIDAH AL HASYIMIYYAH 
JAKARTA 2014



BAB I
PEMBAHASAN POLITIK PENCITRAAN 


Apa itu Politik pencitraan? Mungkin anda sering sekali mendengar kata-kata "politik pencitraan" yang di lontarkan oleh para dialogis di setiap acara berita di televisi. kebanyakan kata-kata ini di ucapkan pada saat sharing/debat dalam acara berita yang memuat tentang berita politik. dan dalam prakteknya pun kata-kata ini sangat lah lumrah di ucapkan karna kata-kata ini menyimbolkan tentang pendapat dan asumsi seseorang terhadap perilaku yang telah di lakukan oleh orang lain. lalu apakah sebenarnya arti dari politik pencitraan itu sendiri? dan pada saat apakah kata kata ini biasa di gunakan



A. PENGERTIAN POLITIK PENCITRAAN 

Dalam KBBI, arti CITRA adalah rupa, gambar, gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi. Dalam ilmu geografi, CITRA ialah suatu penambilan objek secara keseluruhan yang di lakukan dari tempat yang tinggi agar mendapatkan objek gambar secara keseluruhan. nah, dari situ pasti kita sudah bisa menerka-nerka tentang apakah arti di balik kata politik pencitraan itu. jadi politik pencitraan itu ialah penggambaran tentang suatu tokoh dalam situasi dan kondisi apa saja baik politik, sosial, budaya dll dimana ia berperan aktif dalam kegiatan politik dan dia membentuk image diri menjadi sesuatu yang ia inginkan. biasanya politik pencitraan dilakukan pada saat munculnya sesuatu hal yang sedang ramai di bicarakan oleh masyarakat, seperti bencana alam, kekerasan, keberhasilan suatu lembaga dll. Atau sebuah aksi yang dilakukan oleh politisi untuk mendapatkan pandangan/gambaran dimata masyarakat. -contoh : pada saat timnas Indonesia sedang berada di performance terbaik pada saat mengikuti piala AFF 2010. mungkin anda adalah salah satu orang yang memuji penampilan timnas pada saat itu. tapi di balik keberhasilan timnas itu ada saja orang seperti Abu rizal bakrie yang ingin mengambil kesempatan dalam kesempiatan. hal ini mungkin menjurus pada pilpres 2014 nanti. lalu apa kah politik pencitraan yang telah dilakukan oleh Abu rizal bakrie? politik pencitraan yang ia lakukan adalah pada saat ia memberi simpati kepada timnas dengan cara mengundang timnas ke rumahnya dan memberikan sejumlah reward kepada pemain timnas. disini ia melakukan suatu tindakan yang dimana dengan di gelontorkannya sejumlah uang ke kas para pemain, ia mengharapkan bahwa rakyat indonesia tahu bahwa ia peduli dengan timnas, dan dengan cara itu pun ia mendapatkan image baik sebagai politisi yang masih memikirkan nasib sepak bola di Indonesia. sehingga nama dia menjadi harum di belantika per-politikan. Nah dari contoh di atas saya berharap anda sekalian bisa sedikit mengerti dan memiliki pandangan tentang sebuah arti dari politik pencitraan. Politik pencitraan sah-sah saja di lakukan oleh seseorang asalkan di lakukan dengan cara yang tidak berlebihan dan di lakukan pada waktu-waktu yang tepat agar tidak menyinggung perasaan orang lain. kalau hal tersebut ber-orientasi pada sesuatu yang positif, mengapa harus ada larangan? tapi jika hal tersebut di lakukan atas dasar kepentingan pribadi atau golongan saja, tugas kita adalah memberi kritik agar kegiatan tersebut berjalan seprti semestinya. Politik pencitraan menghasilkan beberapa manfaat, tak hanya individu, politik pencitraan juga berdampak besar bagi institusi atau lembaga, baik lembaga pemerintah maupun swasta. Lembaga yang tidak pandai mencitrakan diri sulit mendapatkan simpati masyarakat.



B. POLITIK PENCITRAAN DARI MASA KE MASA 

Dalam sejarah modern Indonesia politik pencitraan dilakukan dilakukan oleh tiga pemimpin : Sukarno, Suharto dan Jokowi. Masing-masing memiliki kategori dan tujuan pencitraannya.

1. Pencitraan Gairah Revolusi Sukarno : Pada tahun 1920-an Sukarno sudah memilih peci hitam sebagai bagian dari pencitraan kerakyatan, ia menyatukan diri dalam gerakan besar Melayu, bukan gerakan besar Jawa karena ia melihat bahwa Jawa adalah subkultur dari akar Melayu. Mangkanya ia memilih peci. Ia melihat banyak rakyat Djakarta (dulu Batavia) mengenakan peci, peci ini asalnya dari tarbuz yang banyak dikenakan orang Turki.

2. Pencitraan Suharto Untuk Menutup-nutupi kekerasan Politik : Pencitraan Suharto adalah Pencitraan yang bertujuan untuk menutup-nutupi “Kekerasan Politik dan Pemerintahan Junta Militer yang melingkari dirinya”. Ia menolak memakai baju-baju militer, baju-baju Jenderal resmi untuk membuat kesan Indonesia bukan negara neofasisme, bukan negara yang dipimpin oleh sebarisan Junta Militer. Secara pribadi Suharto paralel dengan pencitraan, ia memang pendiam dan santun, ia tidak banyak berbicara. Pencitraan ini membuat situasi kekuasaannya menjadi angker dan kekuasaan yang angker secara tidak langsung menjadi motor yang efektif dalam menjalankan kekuasaan baik secara illegal maupun legal.

3. Jokowi dengan gaya blusukan Politik pencitraan terhadap politisi adalah sebuah opini atau argument dari kita. Karna belum tentu kita mengatakan itu adalah sebuah usaha pencitraan mereka padahal tidak demikian. Semua itu tergantung siapa yang melakoninya.

MAKALAH PROSES PERKEMBANGAN POLA PIKIR MANUSIA

MAKALAH 
ILMU ALAMIAH DASAR 
ILMU SOSIAL DASAR 
ILMU BUDAYA DASAR 

Dosen pengampu: 
MUSBIR IBRAHIM M,MA 




DISUSUN : HUSNI IMANI 




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
AL-AQIDAH AL-HASYIMIYYAH 
JAKARTA 






KATA PENGANTAR 

Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam, yang telah melimpahkan segala nikmatnya bagi hambanya. Sholawat beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW. Beserta Kelurga dan sahabatnya. Kita hidup di dunia ini ada yang menghidupi dan menghidupkan Sudah sepantasnya kita selalu bersyukur atas nikmat yang selalu dilimpahkan Allah , dengan bersyukur itulah Allah akan selalu menambahkankan nikmatNya. Disamoing itu, kita adalah ciptaan tuhan semesta alam, yang dikaruniai akal fikiran untuk proses dalam kehidupannya. Berkat akal fikirannya, manusia terus mengalami perubahan untuk maju dan sampai akhirnya mengalami kesempurnaan dalam menentukan sesuatu dan it uterus berkembang dari zaman ke zaman.





BAB I 
PROSES PERKEMBANGAN POLA PIKIR MANUSIA 

1. RASA INGIN TAHU 

Proses terbentuknya Ilmu pengetahuan alam bermula dari rasa ingin tahu manusia. Yang merupakan suatu ciri khas manusia sebagai makhluk hewani yang telah dikaruniai fikiran dan perasaan oleh sang pencipta. Berbeda dengan makhluk lainnya Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-benda dialam sekitarnya, seperti bulan, bintang, binatang, matahari, bahkan ingin tahu tentang dirinya sendiri. Bagaimana halnya dengan makhluk hidup lainnya seperti tumbu-tumbuhan dan binatang? Seperti pohon yang tumbuh dan bergerak, daun yang cenderung ingin membebaskan dirinya untuk mencari sinar matahari, itu adalah upaya pertumbuhan hidupnya dan hal semacam itu terus berlangsung sepanjang zaman. Sama halnya dengan binatang yang berkehendak untuk berpindah dari tempat satu ketempat lainnya untuk suatu keinginan yaitu rasa ingin tahu apakah disana ada cukup makanan atau untuk keamanan sendiri atau bersama. Namun, pengetahuan dan keinginanya itu ternyata tidak berubah dari zaman ke zaman.

Manusia memiliki rasa ingin tahu yang berkembang. Seperti contohnya manusia ingin tahu tentang matahari, Setelah tahu itu pohon, mereka ingin tahu bagaimana, mengapa dan seterusnya. Rasa ingin tahu manusia juga berkembang sampai pada hal-hal yang menyangkut keindahan.

2. MITOS 

Manusia akan selalu memenuhi kebutuhan nonfisik atau fikirannya mulai dari rasa ingin tahu terus berlanjut hingga dari pengamatan dan pengalamannya. Namun itupun tidak cukup, dan mulailah manusia mereka-reka sendiri jawaban atas keingintahuannya. Contoh : “apakah pelangi itu?” , karena tak dapat menjawab, manusia berfikir bahwa pelangi itu adalah “bidadari”. Jadi, muncul pengetahuan baru yaitu “bidadari” dan masih banyak contoh-contoh yang lainnya. Pengetahuan baru dan kepercayaan itulah yang kita sebut dengan mitos, cerita yang berdasarkan atas mitos disebut legenda. Hal-hal seperti ini tumbul disebabkan atas keterbatasan alat indra manusia.
1) Alat penglihatan
2) Alat pendengaran
3) Alat pencium dan pengecap
4) Alat perasa Alat penglihatan (mata) manusia sangatlah terbatas, jika benda yang dilihat terlalu jauh maka susahlah untuk di jangkaunya.
Mata pun tak dapat membedakan 10 gambar dalam satu detik jika ukuran partikel terlalu kecil. Dan pendengaran pada manusia juga terbatas pada getaran yang berfrekuensi 30 sampai 30.000 /detik juka kurang atau lebih dari itu tidak akan terdengar oleh telinga manusia. Manusia hanya dapat membedakan 4 jenis rasa, yaitu rasa manis, asam, asin dan pahit. Melalui bau manusia dapat membedakan satu benda dengan benda yang lain. Mitos diterima oleh masyarakat masa itu karna :
a. Terbatasnya pengetahuan dan alat pengindraan manusia.
b. Keterbatasan penalaran manusia.
c. Keingintahuan manusia.

3. MITOS ANTARA PRO DAN KONTRA 

Keterbatasan manusia pada saat itulah yang membuat masyarakat menerima jawaban dan dijadikan sebagai mitos. Pemikiran ini terjadi di zaman Babylonia (700-600 SM). Mereka berpendapat juga bahwa semesta alam merupakan suatu ruangan atau selungkup. Lantainya adalah bumi yang datar, sedangkan langit dengan bintang adalah atapnya. Dan ilangit adal semacam jendela yang mengakibatkan air hujan dapat sampai ke bumi. Adapun perhitungan edar matahari =365,25 hari. Horoskop atau ramalan nasib manusia atau perbintangan juga berasal dari masyarakat Babylonia. Kemampuan berfikir manusia semakin maju hingga terciptalah alat-alat canggih untuk sebuah penelitian lebih jauh. Dan mitos atau legendanya menjadi tergeser atas bermunculan alat-alat canggih yang cenderung mengguna akal sehat atau rasionya.


Pelopor perubahan dunia dari Yunani
①. Anaximander (610-546 SM) Ia berpendapat bahwa alam semesta itu berbentuk seperti bola dan bumi sebagai pusatnya. Langit dan segala isinya beredar mengelilingi bumi. Pendapat ini bertahan hingga dua abad. Ia juga membuat jam matahari sebagai petunjuk waktu. Yaitu dengan menegakkan tongkat diatas bumi yang horisontal dan menentukan bayangan tongkat menjadi waktu dan titik balik matahari. 

②. Anaximenes (560-520 SM) Ia berpendapat, bahwa unsur dasar pembentukan semua benda adalah air, yang dapat meranggang menjadi api (gas) atau memadat menjadi tanah. Namun teori ini di tentang oleh Herekleitos (560-470). Ia berpendapat bahwa apilah yang menyebabkan transmusi tanpa air, benda-benda akan tetap seerti apa adanya.

③. Pythagoras (+500 SM) Berpendapat bahwa unsur dasar benda ada empat. Yaitu tanah,api, udara dan air. Tentang alam semesta ia brpendapat bahwa bumi ini bulat dan berputar. Karna berputar, tanpak seolah-olah alam berputar mengelili bumi. Ia juga terkenal dalam bidang matematika. Teori yang terpakai sampai sekarang adalah tentang segi siku-siku yaitu : kuadrat panjang sisi miring sebuah segi tiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi siku-sikunya. Dalam permasalahan lebih lanjut, Demokratos berpendapat tentang alam bahwa bila suatu benda dipecah atau dibagi secara terus menerus, dan sampailah bagian terkecil suatu benda itu. Adapun benda yang taak dapat di bagi lagi disebut atomos atau atom. Karna kecilnya atom tak dapat dijangkau oleh mata.

1) Empedokles (480-430 SM) Ia menyempurnakan teori pyhtagoras tentang 4 unsur alam. Dari unsur itu ia memperkenalkan adanya tenaga tarik-menarik dan tenaga memisah atau tolak menolak. Kedua tenaga inilah yang menyatukan atau memisahkan unsur-unsur 4 itu.

2) Plato (427-347 SM ) Ia adalah orang yang mempunya pendapat yang berbeda dengan yang lainnya. Menurutnya, keanekaragaman alam ini sebenarnya adalah suatu duplikat saja dari sesuatu yang kekal dan immaterial.

3) Aristoteles (348-322 SM ) Ia adalah pemikir terbesar pada era nya.ia dapat membukukan intisari dari ajaran para ahli sebelumnya. Ia menyebut adanya zat tunggal yaitu hule,yang dapat membentuk tanah, air, udara dan api atas dasar trasmutasi, yang dimaksud adalah kondisinya. Dingin, lembab, panas dan kering. Contoh, bila hule dalam kondisi lembab dan panas ia akan membentuk udara. Bila kering dan panas akan membentuk api, bila kering dan dingin maka akan membentuk tanah. ajaran terpenting dari Aristoteles adalah suatu pola berfikir dalam memperoleh kebenaran haruslah berdasarkan logika. Ia juga berpendapat bahwa bumi berbentuk bulat dan merupakan pusat dari alam semesta yang beredaar mengelilinginya. 450th setelah

Aristoteles adalah Ptolomeus(127-151 SM) mengemukakan bahwa bumi adalah pusat dari jagad raya, berbentuk bulat tanpa tiang penyangga. Bintang menempal ada langit dan berputar mengelilingi sakali dalam 24 jam. Planet beredar melalui orbitnya sendiri dan terletak antara bumi dan bintang. Pada tahun 1500-1600 terjadi perubahan besar karna sempurnanya alat pengamat bintang dan pemikiran Aristoteles dan Ptolomeus. Sebagai tonggak sejarah dapat dicatat disini adalah Nicolous Copernicus(1473-1543 SM ) pokok ajarannya adalah : a. Matahari adalahpusat sistem solar, sedangkan bumi adalah satu dari planet-planet yang mengelilinginya. b. Bulan beredar mengelilingi bumi, bersama bumi mengelilingi matahari. c. Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur yang mengakibatkat terjadinya siang dan malam dan padangan gerakan bintang-bintang. Pengikut Copernicus adalah Bruno (1548-1600) yang menyimpulkan lebih jauh lagi : a. Jagad raya ini tak ada lagi b. Bintang-bintang tersebar di seluruh jagad raya. Karna ia berpendapat dan itu ber tentangan dengan pengusa saat itu, lalu ia dibakar sampai mati pada tahun 1600. Ahli astronomi lainnya adalah Johannes Kepler (1571-1630) yang mengungkapkan ;
a. Planet-planet beredar mengelilingi matahari pada suatu garis edar yang berbentuk elips dengan suatu focus.
b. Bila ditarik garis imajinasi dari planet ke matahari dan ia bergerak menurut garis edarnya, luas bidang yang ditempuh pada jangka waktu yang sama adalah sama.
c. Pangkat dua dari waktu yang dibutuhkan sebuah planet untuk mengelilingi matahari secara penuh sebanding dengan pangkat tiga dari jarak rata-rata itu terhadap matahari. Adalagi yang mengungkapkan bahwa ada 4 buah bulan yang mengelilingi Yupiter, adanya gunung-gunung di bulan dan suatu bintik hitam di matahari yang sangat penting untuk menghitung kecepatan rotasi matahari, adanya milky way atau bima sakti. Dan yang sangat menakjubkan adalah ditemukanya cincin saturnus, ia adalah Galileo (1564-1642) Ilmuwan-ilmuan yang baru bermunculan seperti Copernucus, Kieples, Galileo merupakan pelopor ilmu pengetahuan modern dengan metode induksinya. Penemuan-penemuan mereka antara lain adalah :

I. Bulan mengelilingi bumi dan bersama bumi mengelilingi matahari
II. Bumi dan planet-planet lain beredar mengelilingi matahari melalui garis edar
III. Matahari adalah satu bintang dari bima sakti yang beranggota miliaran bintang.
IV. Jagad raya ini tak terbatas.


 4. TERBENTUKNYA GALAKSI

Sejak lama manusia telah mempelajari alam semesta. dari yang beranggapan bahwa bumi merupakan pusat dari alam semesta sampai mataharilah yang menjadi pusat beredarnya bumi dan planet-planet lain. Kesemuanya itu termasuk matahari disibut galaksi. Ternyata galaksi itu tidak hanya satu, tetapi ribuan jumlaahnya. Apaakah semua galaksi berpusat dari suatu induk galaksi? Beberapa teori mengungkapkan sebagai berikut :

a) Teori ledakan Meledak dengan sagat hebat harna adanya reaksi inti. Kemudia berserakan dan mengembang menjauh dari pusat ledakan. Dari ledakan itu menghasilkan galaksi yang sekarang, mereka terus menjauhi titik pusat yang sama.

b) Teori Ekspansi Dan Kontraksi Teori berlandaskan pemikiran bahwa ada suatu siklus dari alam semesta, yaitu masa ekspansi dan masa kontraksi. Diduga siklus ini berlangsung dalam waktu 30.000 juta tahun. Ekspansi terjadi karna adanya tenaga yang bersumber dari reaksi hydrogen pada saat itu terjadi unsur yang kompleks dan pada masa kontraksi akan terjadi redupan dan penyusutan pada galaksi dan bintang-bintang yang menghasilkan tenaga yang berupa panas yang sangat tinggi. Kedua teori ini mendukung suatu kebenaran bahwa partikel yang ada pada zaman sekarang ini berasal dari zaman dahulu, sebenarnya alam semesta ini tidak berawal dan tidak berakhir (esentris). Teori terbentuknya galaksi Hipotesis Fowler (1957) ia mengatakan, 12 ribu tahun lalu galaksi tidaklah seperti sekarang ini. Bentuknya berupa kabut gas hydrogen yang sangat besar yang berada di ruang angkasa. Seperti halnya matahari hipotesis diyakinkan oleh suatu observasi yang ditunjukan pada pusat galaksi yang secara perlahan membentuk bintang baru.

I. Galaksi Dari hasil pengamatan, ada 3 macam galaksi itu, yaitu : i. Galaksi berbentuk spiral Adalah suatu galaksi berbentuk spiral dari Canes Venatici. Kalau kita gambarkan akan berbentuk spt air yang berpusar. ii. Galaksi berbentuk elips Galaksi bentuk ini yang terdekat dengan galaksi bima sakti. iii. Galaksi tak beraturan

II. Bima Sakti Induk dari matahari adalah bima sakti atau milky way ia berbentuk spiral bulat pipih seperti kue cucur. Tetangga terdekat bima sakti adalah galaksi Andromeda yang juga berbentuk spiral. Jarak antaranya 780.000 tahun cahaya. perdetik cahaya bergerak dengan kecepatan 300.000. Letak matahari dan bumi kira-kira sejauh 2/3 dari pusat galaksi. Benda du bawah atau diatas pusat galaksi disebut bintang (glabular). Galaksi berotasi seperti berlawanan jarum jam.

Selasa, 29 April 2014

MALAIKAT KECILKU


“Wahai malaikat kecilku…

Aku mungkin tidak sehebat dan sempurna seperti malaikat impianmu.
Karena,,,
Aku hanya punya dua mata, yang dapat menatapmu hangat
Aku cuma punya satu mulut, yang hanya bisa tersenyum untukmu
Aku hanya punya dua telinga, yang sanggup mendengarkan kisah-kisahmu
Aku juga punya dua tangan kecil, yang dapat merengkuhmu kapanpun kau mau
Dan aku punya satu hati, yang menyimpanmu disudutnya yang dalam dan hangat.



Malaikat kecilku….

Terimakasih atas perhatianmu selama ini. Aku yakin suatu hari nanti kau akan jadi malaikat bagi orang-orang disekelilingmu. Kepakkan sayapmu setinggi yang kau mau. Tak perlu khawatir kau kesepian, karna hamparan bintang-bintang akan selalu menemanimu di tiap langit cakrawala”.

HIKMAH


Barangsiapa yang membereskan hubungan antara dirinya dengan Allah, niscaya Allah akan membereskan hubungan antara dia dan manusia semuanya. Barangsiapa yang membereskan urusan akheratnya, niscaya Allah akan membereskan baginya urusan dunianya. Barangsiapa yang selalu menjadi penasehat yang baik untuk dirinya sendiri, niscaya Allah akan menjaganya dari segala bencana.

SEBUAH PELAJARAN

  • Adakalanya kita perlu MENANGIS  agar kita tahu Hidup ini bukan sekadar KETAWA, dan adakalanya kita perlu KETAWA agar kita tahu mahalnya nilai AIRMATA....
''Bersyukur pada orang yang MENYAKITI mu kerana dia yang MENABAHKAN kamu,
''Bersyukur pada orang yang TAK MENGENDAHKAN kamu kerana dia yang MEMUPUK muBERDIKARI,
''Bersyukur pada orang yang MENJATUHKAN kamu kerana dia yang MEMPERHEBATKANkemampuan mu...
''Bersyukur pada orang yang MENYIKSA mu kerana dia yang menguji KESABARAN danKETABAHAN kamu....
''BERSYUKUR DARI JENDELA HATI YANG KASIH.